Nama :
Meiyani Lutfil Khoiriyah
Npm :
15120450
Kelas :
7A
Mata kuliah : Filsafat Pendidikan
Apa arti dari mendengarkan? mendengarkan
merupakan sesuatu yang abstrak atau tidak kelihatan namun dapat berwujud,
misalnya meja, kursi, lemari, kulkas, almari, dan lain sebagainya.
Orang mengatakan bahwa meja, kursi itu benda mati karena tidak bergerak, namun
sebenarnya benda itu aktif sesuai dengan perannya dan aktif di dalam dirinya.
Di dalam dunia pendidikan banyak
orang yang lebih suka menjelaskan teori pendidikan dari tokoh luar negeri,
seperti tokoh Vigotsky, Bandura, Skinner dan tokoh-tokoh lainnya
yang berhubungan atau berkaitan dengan dunia pendidikan terutama tentang teori
belajar. Padahal di Indonesia sendiri memiliki tokoh pendidikan yang seharusnya
kita tiru atau kita terapkan teori yang telah diajarkannya. Dimana seharusnya
kita harus bangga dengan tokoh pendidikan yang ada di Indonesia sendiri bukan
bangga dengan tokoh-tokoh dari luar negeri. Namun kenyataannya masih banyak
yang menggunakan teori dari luar negeri untuk digunakan dalam pembelajaran.
Tokoh pendidikan di Indonesia sendiri yang
seharusnya kita bangga dengan tokoh tersebut yaitu tokoh Ki Hajar Dewantara.
Seharusnya kita sebagai orang Indonesia harus bangga menggunakan teori dari
tokoh Bapak Pendidikan Indonesia yaitu Ki Hajar Dewantara bukan malah bangga
menggunakan teori-teori dari luar negeri. Kita boleh menggunakan teori dari
luar negeri yang dapat kita gunakan sebagai referensi dalam belajar dan
menunjang dalam proses pembelajaran. Namun kita juga tidak boleh melupakan
tokoh pendidikan kita yaitu Ki Hajar Dewantara. Kita harus senantiasa mengenang
jasa beliau dengan menerapkan atau menggunakan teori yang sudah beliau ajarkan.
Gunakanlah teori–teori yang sudah Ki Hajar Dewantara sampaikan di dalam
bukunya. Kenalkan sosok tokoh pendidikan Indonesia Ki hajar Dewantara kepada
siswa-siswi agar mereka tahu betapa sangat berjasanya Ki Hajar Dewantara yang
ikut membangun bangsa ini dalam bidang pendidikan dengan tujuan yang mulia agar
mencerdaskan kehidupan bangsa. Begitu berjasanya tokoh Ki Hajar Dewantara bagi
negara Indonesia.
Filsafat dan pola dari Ki Hajar Dewantara
Perlu kita ketahui bahwa nama asli
dari tokoh Ki Hajar Dewantara yaitu Suwardi Suryaningrat. Beliau menggunakan
nama Ki Hajar Dewantara karena beliau tidak ingin orang lain mengetahui bahwa
beliau keturunan ningrat. Begitu rendah hatinya beliau dengan tidak ingin
diketahui identitas aslinya agar dapat bergaul dan bertegur sapa dengan
kalangan masyarakat lainnya. Jika tidak
ada yang mengetahui bahwa beliau bukan merupakan keturunan ningrat itu bisa membuat beliau
membaur atau hidup bersama dengan masyarakat lainnya. Dan itu adalah tujuan
dari Ki Hajar Dewantara agar beliau bisa membaur dan hidup bersma dengan
masyarakat lainnya.
Dalam pembahasan pertama yang telah
dijelaskan bahwa Pendidikan Nasional menyoroti secara menyeluruh atau secara
nasional dengan menghadirkan bagaimana rasa cipta yang ada di pendidikan
Indonesia dengan merasakan atau lahir dari rasa kemerdekaan. Kemerdekaan
itu sendiri memiliki arti bahwa kemerdekaan itu harus memahami keterbatasan
atau memahami batasan-batasan. Untuk kita harus mengatahui tentang arti
kemerdekaan yang sesungguhnya yaitu dengan mengetahui batasan-batasan yang ada
dan mengetahui keterbatasan yang dimiliki.
Seperti yang telah dijelaskan oleh
tokoh Freedom bahwa kemerdekaan itu memahami keterbatasan atau batasan-batasan.
Hal ini memiliki arti bahwa kita harus tahu bahwa kemerdekaan itu memiliki arti
dengan kita memahami keterbatasan atau batasan-batasan yang ada. Segala sesuatu
pasti ada batasan-batasannya yang perlu kita perhatikan dan perlu kita
laksanakan.
Kemudian pendapat dari Cak Nun menjelaskan
bahwa kemerdekaan merupakan bagaimana manusia memahami batasan-batasan. Untuk itu,
manusia harus mengetahui betul tentang batasan-batasan yang ada agar mengetahui
arti kemerdekaan yang sebenarnya.
Sedangkan pendapat dari Bapak Moh
Aniq KHB S.Pd., M.Hum sendiri berpendapat bahwa kemerdekaan itu perumpamaan
bermain sepak bola itu pasti memiliki batasan-batasan saat bermain sepak bola
atau saat menggiring bola. Adan setiap pemainnya juga harus mematuhi dan
menjalankan setiap batasan-batasan yang telah ditentukan dalam permainan sepak
bola.
Jadi kesimpulan itu bahwa
kemerdekaan itu memiliki arti bahwa pada dasarnya segala sesuatunya itu pasti
terdapat batasan-batasan yang harus kita pahami dan harus kita lakukan. Kita harus
memahami dan melaksanakan batasan-batasan yang sudah ditentukan sebelumnya.
Terdapat tiga macam hal yang perlu kita ketahui yaitu
:
- Memahami potensi diri sendiri
Kita perlu mengetahui potensi yang dimiliki oleh diri
sendiri agar dapat menentukan tujuan kita ke depannya. Dengan mengetahui
potensi diri sendiri akan memudahkan dan membantu kita dalam menentukan
kehidupan kita ke depannya atau dimasa yang akan datang. Bisa dikatakan
menentukan karir kita di masa depan.
- Tidak bergantung pada orang lain.
Disini memiliki arti bahwa
sebenarnya semua makhluk hidup itu saling ketergantungan namun kita tidak boleh
selalu menggantungkan orang lain. Dengan sering bergantung dengan orang lain
dapat merugikan diri sediri.
- Dapat mengatur diri sendiri
Yaitu mampu mengatur diri sendiri
dengan menuntun ke arah yang sesuai dengan aturan. Mengatur diri sendiri itu
sangat diperlukan agar hidup kita dapat teratur dan berjalan dengan baik.
Menurut Ki Hajar Dewantara, jikalau
kita menggantungkan orang lain maka kita harus membalas budi orang itu dan jika
hal itu dilakukan maka akan berat serta dapat membahayakan. Jadi dapat
disimpulkan bahwa pada dasarnya kodrat manusia itu saling ketergantungan. Namun
manusia itu sendiri juga tidak boleh selalu menggantungkan orang lain dalam
menyelesaikan suatu hal karena itu akan membuat manusia itu sendiri tidak dapat
hidup mandiri dalam menghadapi suatu permasalahan dan itu tidak baik untuk
perkembangan diri sendiri. Apabila kita bergantung pada orang lain atau
menerima bantuan dari orang lain maka kita harus membalas budinya. Jika itu
kita melakukan secara terus menerus akan membahayakan bagi diri kita
karena kita akan selamanya menggantungkan orang lain dan tidak dapat hidup
mandiri.
List Blog filsafat 7A :
1. Ibnu masud 15120218
http://ibnumasud97.blogspot.com/2018/10/pendidikan-nasional.html
2. Devi Endah Prastiwi
15120441
http://deviendahprastiwi.blogspot.com/2018/10/pendidikan-nasional.html
3. Ismaul Amalia 15120007
https://ismaulamalia16.blogspot.com/2018/10/filsafat-pendidikan.html?m=1
4. Dewi Krisdiyanti 15120285
http://dewipendidkan.blogspot.com/2018/10/pendidikan-indonesia-pendidikan.html
5. Neneng Zuliasih 15120016
http://flsftpnddknnasional.blogspot.com/2018/10/pendidikan-nasional.html
6. Nuroh difallah 15120497
http://nurohdifallah15120497.blogspot.com/2018/10/filsafat-pendidikan-materi-pertemuan-ke.html
7. Anisa Rona Soraya 15120447
http://anisaronasoraya3.blogspot.com/2018/10/nama-anisarona-soraya-npm-15120447.html?m=1
8.ghofar76.blogspot.com
9. Riskha Khoirul Ulya 15120219
https://riskaaakhoirululya.wordpress.com/2018/10/05/pendidikan-indonesia/
10. Susilo bayu m
http://susilobayumustofa.blogspot.com/2018/10/ki-hajar-dewantara-bab-1.html?m=1
11. Ahmad Haris Hidayat
15120334
http://filsafatpendidikan15120334.blogspot.com/2018/10/pendidikan-nasional-mendengar-dalam.html
12. Meiyani Lutfil Khoiriyah
15120450
http://meiyanilutfilk.blogspot.com/2018/10/filsafat-pendidikan.html
13. EKO NUR FATONI 15120020
fatoniekonur.blogspot.com
14. Khafidzoh Asfihani
https://asfihani96.wordpress.com/2018/10/04/pendidikan-nasional/#more-28
15. Dyah Saraswati (15120364)
http://dyah15.blogspot.com/?m=1
16. Nailul Fauzziyah (15120405)
http://nailulfauzziyah7.blogspot.com/2018/10/filsafat-pendidikan.html
18.feby dwi angrainy_15120029
https://febydwiangrainy.blogspot.com/2018/10/filsafat-pendidikan.html?m=1
19. Nur Tri Atika (15120040)
https://nurtriatika.blogspot.com/2018/10/pendidikan-nasional-ki-hajar-dewantara.html?m=1
20. Martiya zulfa risty
15120039
http://martiyazulfaristy.blogspot.com/2018/10/salahsatu-hal-yang-saya-dapatkan-dari.html?m=1
21. Atik Budiarti 15120010
https://atikbudiarti31.blogspot.com/?m=1
22. Intan Nur Fatikha Mulya
15120033
http://filsafatpendidikanintan.blogspot.com/2018/10/filsafatpendidikan-dalamdunia.html
23. Sukma Rudi Nugroho 15120212
http://filsafatpendidikansukmarudi.blogspot.com/2018/10/normal-0-false-false-false-en-us-x-none.html
24. Bagas Panur Permana
15120382 https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=360714795342996278#editor/target=post;postID=2880935962457226595;onPublishedMenu=allposts;onClosedMenu=allposts;postNum=0;src=postname
25. Bayu Saputro 15120023
http://bayusaputro1st.blogspot.com/2018/10/filsafat-pendidikan-pendidikan-nasional.html?m=1
26. Dhimas Oeka Aji W 15120013
http://dhimaswicaksana97.blogspot.com/2018/10/masalah-kompleks-pendidikan.html
27. Mahmudi
https://mahmdudi018.blogspot.com
28. Lina Muntasiroh
https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=2448198547003412197#editor/target=post;postID=2541259589145244413;onPublishedMenu=allposts;onClosedMenu=allposts;postNum=0;src=postname
29. Hadiah hana putri
(15120481) http://15120481hana.blogspot.com/?m=1
30. Fadila Nurfi Ardina
(15120322) https://falidafurni.blogspot.com/2018/10/saya-untuk-pertemuan-kedua-mata-kuliah.html?m=1
Tidak ada komentar:
Posting Komentar