Kamis, 04 Oktober 2018

FILSAFAT PENDIDIKAN


Nama               : Meiyani Lutfil Khoiriyah
Npm                : 15120450
Kelas               : 7A
Mata kuliah     : Filsafat Pendidikan

Apa arti dari mendengarkan? mendengarkan merupakan sesuatu yang abstrak atau tidak kelihatan namun dapat berwujud, misalnya  meja, kursi, lemari, kulkas, almari, dan lain sebagainya. Orang mengatakan bahwa meja, kursi itu benda mati karena tidak bergerak, namun sebenarnya benda itu aktif sesuai dengan perannya dan aktif di dalam dirinya.
Di dalam dunia pendidikan banyak orang yang lebih suka menjelaskan teori pendidikan dari tokoh luar negeri, seperti  tokoh Vigotsky, Bandura, Skinner dan tokoh-tokoh lainnya yang berhubungan atau berkaitan dengan dunia pendidikan terutama tentang teori belajar. Padahal di Indonesia sendiri memiliki tokoh pendidikan yang seharusnya kita tiru atau kita terapkan teori yang telah diajarkannya. Dimana seharusnya kita harus bangga dengan tokoh pendidikan yang ada di Indonesia sendiri bukan bangga dengan tokoh-tokoh dari luar negeri. Namun kenyataannya masih banyak yang menggunakan teori dari luar negeri untuk digunakan dalam pembelajaran.
 Tokoh pendidikan di Indonesia sendiri yang seharusnya kita bangga dengan tokoh tersebut yaitu tokoh Ki Hajar Dewantara. Seharusnya kita sebagai orang Indonesia harus bangga menggunakan teori dari tokoh Bapak Pendidikan Indonesia yaitu Ki Hajar Dewantara bukan malah bangga menggunakan teori-teori dari luar negeri. Kita boleh menggunakan teori dari luar negeri yang dapat kita gunakan sebagai referensi dalam belajar dan menunjang dalam proses pembelajaran. Namun kita juga tidak boleh melupakan tokoh pendidikan kita yaitu Ki Hajar Dewantara. Kita harus senantiasa mengenang jasa beliau dengan menerapkan atau menggunakan teori yang sudah beliau ajarkan. Gunakanlah teori–teori yang sudah Ki Hajar Dewantara sampaikan di dalam bukunya. Kenalkan sosok tokoh pendidikan Indonesia Ki hajar Dewantara kepada siswa-siswi agar mereka tahu betapa sangat berjasanya Ki Hajar Dewantara yang ikut membangun bangsa ini dalam bidang pendidikan dengan tujuan yang mulia agar mencerdaskan kehidupan bangsa. Begitu berjasanya tokoh Ki Hajar Dewantara bagi negara Indonesia.
Filsafat dan  pola dari Ki Hajar Dewantara
Perlu kita ketahui bahwa nama asli dari tokoh Ki Hajar Dewantara yaitu Suwardi Suryaningrat. Beliau menggunakan nama Ki Hajar Dewantara karena beliau tidak ingin orang lain mengetahui bahwa beliau keturunan ningrat. Begitu rendah hatinya beliau dengan tidak ingin diketahui identitas aslinya agar dapat bergaul dan bertegur sapa dengan kalangan masyarakat lainnya.  Jika tidak ada yang mengetahui bahwa beliau bukan merupakan  keturunan ningrat itu bisa membuat beliau membaur atau hidup bersama dengan masyarakat lainnya. Dan itu adalah tujuan dari Ki Hajar Dewantara agar beliau bisa membaur dan hidup bersma dengan masyarakat lainnya.
Dalam pembahasan pertama yang telah dijelaskan bahwa Pendidikan Nasional menyoroti secara menyeluruh atau secara nasional dengan menghadirkan bagaimana rasa cipta yang ada di pendidikan Indonesia dengan merasakan atau lahir dari rasa kemerdekaan.  Kemerdekaan itu sendiri memiliki arti bahwa kemerdekaan itu harus memahami keterbatasan atau memahami batasan-batasan. Untuk kita harus mengatahui tentang arti kemerdekaan yang sesungguhnya yaitu dengan mengetahui batasan-batasan yang ada dan mengetahui keterbatasan yang dimiliki.
Seperti yang telah dijelaskan oleh tokoh Freedom bahwa kemerdekaan itu memahami keterbatasan atau batasan-batasan. Hal ini memiliki arti bahwa kita harus tahu bahwa kemerdekaan itu memiliki arti dengan kita memahami keterbatasan atau batasan-batasan yang ada. Segala sesuatu pasti ada batasan-batasannya yang perlu kita perhatikan dan perlu kita laksanakan.
 Kemudian pendapat dari Cak Nun menjelaskan bahwa kemerdekaan merupakan bagaimana manusia memahami batasan-batasan. Untuk itu, manusia harus mengetahui betul tentang batasan-batasan yang ada agar mengetahui arti kemerdekaan yang sebenarnya.
Sedangkan pendapat dari Bapak Moh Aniq KHB S.Pd., M.Hum sendiri berpendapat bahwa kemerdekaan itu perumpamaan bermain sepak bola itu pasti memiliki batasan-batasan saat bermain sepak bola atau saat menggiring bola. Adan setiap pemainnya juga harus mematuhi dan menjalankan setiap batasan-batasan yang telah ditentukan dalam permainan sepak bola.
Jadi kesimpulan itu bahwa kemerdekaan itu memiliki arti bahwa pada dasarnya segala sesuatunya itu pasti terdapat batasan-batasan yang harus kita pahami dan harus kita lakukan. Kita harus memahami dan melaksanakan batasan-batasan yang sudah ditentukan sebelumnya.
Terdapat tiga macam hal yang perlu kita ketahui  yaitu : 
  • Memahami potensi diri sendiri
Kita perlu  mengetahui potensi yang dimiliki oleh diri sendiri agar dapat menentukan tujuan kita ke depannya. Dengan mengetahui potensi diri sendiri akan memudahkan dan membantu kita dalam menentukan kehidupan kita ke depannya atau dimasa yang akan datang. Bisa dikatakan menentukan karir kita di masa depan.
  • Tidak bergantung pada orang lain.
Disini memiliki arti bahwa  sebenarnya semua makhluk hidup itu saling ketergantungan namun kita tidak boleh selalu menggantungkan orang lain. Dengan sering bergantung dengan orang lain dapat merugikan diri sediri.
  • Dapat mengatur diri sendiri 
Yaitu mampu mengatur diri sendiri dengan menuntun ke arah yang sesuai dengan aturan. Mengatur diri sendiri itu sangat diperlukan agar hidup kita dapat teratur dan berjalan dengan baik.
Menurut Ki Hajar Dewantara, jikalau kita menggantungkan orang lain maka kita harus membalas budi orang itu dan jika hal itu dilakukan maka akan berat serta dapat membahayakan. Jadi dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya kodrat manusia itu saling ketergantungan. Namun manusia itu sendiri juga tidak boleh selalu menggantungkan orang lain dalam menyelesaikan suatu hal karena itu akan membuat manusia itu sendiri tidak dapat hidup mandiri dalam menghadapi suatu permasalahan dan itu tidak baik untuk perkembangan diri sendiri. Apabila kita bergantung pada orang lain atau menerima bantuan dari orang lain maka kita harus membalas budinya. Jika itu kita melakukan secara terus  menerus akan membahayakan bagi diri kita karena kita akan selamanya menggantungkan orang lain dan tidak dapat hidup mandiri.

List Blog filsafat 7A :
1. Ibnu masud 15120218 http://ibnumasud97.blogspot.com/2018/10/pendidikan-nasional.html
2. Devi Endah Prastiwi 15120441   http://deviendahprastiwi.blogspot.com/2018/10/pendidikan-nasional.html
3. Ismaul Amalia 15120007
https://ismaulamalia16.blogspot.com/2018/10/filsafat-pendidikan.html?m=1
4. Dewi Krisdiyanti 15120285 http://dewipendidkan.blogspot.com/2018/10/pendidikan-indonesia-pendidikan.html
5. Neneng Zuliasih 15120016 http://flsftpnddknnasional.blogspot.com/2018/10/pendidikan-nasional.html
6. Nuroh difallah 15120497 http://nurohdifallah15120497.blogspot.com/2018/10/filsafat-pendidikan-materi-pertemuan-ke.html
7. Anisa Rona Soraya 15120447 http://anisaronasoraya3.blogspot.com/2018/10/nama-anisarona-soraya-npm-15120447.html?m=1
8.ghofar76.blogspot.com
9. Riskha Khoirul Ulya 15120219 https://riskaaakhoirululya.wordpress.com/2018/10/05/pendidikan-indonesia/
10. Susilo bayu m http://susilobayumustofa.blogspot.com/2018/10/ki-hajar-dewantara-bab-1.html?m=1
11. Ahmad Haris Hidayat 15120334 http://filsafatpendidikan15120334.blogspot.com/2018/10/pendidikan-nasional-mendengar-dalam.html
12. Meiyani Lutfil Khoiriyah 15120450
http://meiyanilutfilk.blogspot.com/2018/10/filsafat-pendidikan.html
13. EKO NUR FATONI 15120020
fatoniekonur.blogspot.com
14. Khafidzoh Asfihani
https://asfihani96.wordpress.com/2018/10/04/pendidikan-nasional/#more-28
15. Dyah Saraswati (15120364) http://dyah15.blogspot.com/?m=1
16. Nailul Fauzziyah (15120405) http://nailulfauzziyah7.blogspot.com/2018/10/filsafat-pendidikan.html
18.feby dwi angrainy_15120029
https://febydwiangrainy.blogspot.com/2018/10/filsafat-pendidikan.html?m=1
19. Nur Tri Atika (15120040)
https://nurtriatika.blogspot.com/2018/10/pendidikan-nasional-ki-hajar-dewantara.html?m=1
20. Martiya zulfa risty 15120039
http://martiyazulfaristy.blogspot.com/2018/10/salahsatu-hal-yang-saya-dapatkan-dari.html?m=1
21. Atik Budiarti 15120010
https://atikbudiarti31.blogspot.com/?m=1
22. Intan Nur Fatikha Mulya 15120033
http://filsafatpendidikanintan.blogspot.com/2018/10/filsafatpendidikan-dalamdunia.html
23. Sukma Rudi Nugroho 15120212
http://filsafatpendidikansukmarudi.blogspot.com/2018/10/normal-0-false-false-false-en-us-x-none.html
24. Bagas Panur Permana 15120382 https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=360714795342996278#editor/target=post;postID=2880935962457226595;onPublishedMenu=allposts;onClosedMenu=allposts;postNum=0;src=postname
25. Bayu Saputro 15120023
http://bayusaputro1st.blogspot.com/2018/10/filsafat-pendidikan-pendidikan-nasional.html?m=1
26. Dhimas Oeka Aji W 15120013 http://dhimaswicaksana97.blogspot.com/2018/10/masalah-kompleks-pendidikan.html
27. Mahmudi https://mahmdudi018.blogspot.com
28. Lina Muntasiroh
https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=2448198547003412197#editor/target=post;postID=2541259589145244413;onPublishedMenu=allposts;onClosedMenu=allposts;postNum=0;src=postname
29. Hadiah hana putri (15120481) http://15120481hana.blogspot.com/?m=1
30. Fadila Nurfi Ardina (15120322) https://falidafurni.blogspot.com/2018/10/saya-untuk-pertemuan-kedua-mata-kuliah.html?m=1




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pengalaman dan Pembelajaran

Nama   : Meiyani Lutfil Khoiriyah Npm     :15102450 Kelas    : 7A Matkul : Filsafat Pendidikan Dalam kehidupan di dunia kita ...