Kamis, 01 November 2018

Pendidikan dan Pengajaran



Nama   : Meiyani Lutfil Khoiriyah
Npm    : 15120450
Kelas   : 7A
Matkul : Filsafat Pendidikan

PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN
Mendidik anak merupakan suatu hal yang perlu seseorang lakukan sebagai orang tua. Orang tua memiliki peran utama dalam mendidik anaknya. Mendidik anak dapat dilakukan dengan cara menemani segala aktifitas yang sedang dilakukan anak. Biarkan anak mengeksplorasi atau bergerak sesuka hati mereka agar anak dapat berkembang. Namun orang tua juga tidak sepenuhnya melepas tanggung jawabnya dengan membiarkan anak berbuat sesuka hati mereka. Orang tua juga perlu memberi batasan untuk anak jika yang mereka lakukan itu kurang tepat.  Orang tua harus mampu mengajari anaknya dengan baik agar anak dapat tumbuh dan berkembang menjadi anak yang baik sesuai dengan harapan. Mengajari itu sama dengan seperti sifat arogan yang nantinya akan memaksa anak. Perilaku yang seharusnya dilakukan sebagai orang tua yang baik itu adalah dengan menemani anak.  Daya rekam seorang anak yang masih kecil itu sangat kuat, jadi sebagai orang tua yang baik itu harus mampu memberikan contoh yang baik untuk anaknya, agar apa yang dilihat oleh anak dapat direkam dan diingat dengan baik oleh anak. Seorang anak itu hanya perlu ditemani bermain. Jangan terlalu sering dilarang dan diminta untuk sesuai dengan apa yang kita inginkan. Dengan ditemani anak akan merasa leluasa dan dapat bercerita sesuai dengan apa yang dilihatnya.
Pendidikan dan Pengajaran
Menurut Ki Hajar Dewantara bahwa pendidikan adalah suatu hal dimana daya dan upaya dalam menumbuhkan:
  1. Budi pekerti
  2. Daya intelektual
  3. Soal raga atau tubuh
Dalam sebuah cerita lain, dimana ada seorang bapak bernama Pak Zen. Beliau adalah orang yang dapat dikatakan jenius. Ketika beliau di Negara Turki beliau dihadapkan pada sebuah masalah penyakit yang sedang dialami oleh seorang pasien. Dimana orang tersebut mengalami kesulitan tidur saat posisi badan dibaringkan ditempat tidur, namun ketika orang tersebut dalam keadaan duduk justru sebaliknya orang tersebut bisa mengantuk dan bahkan bisa tertidur. Semua dokter di Turki tidak bisa menyembuhkan orang tersebut. Kemudian dokter memberikan masalah tersebut kepada Pak Zen. Karena Pak Zen merupakan orang yang jenius, beliau hanya meminta waktu selama 3 menit untuk menyembuhkan penyakit tersebut.  Awalnya semua dokter di Turki tidak percaya dengan hal tersebut. Ternyata terbukti Pak Zen menyembuhkan pasien tersebut hanya selama 3 menit saja.  Pak Zen menyembuhkan pasien dengan cara dipijat saraf dibagian tulang punggung. Setelah melihat semua kejadian tersebut semua dokter yang ada di Turki merasa heran. Mereka bertanya-tanya kenapa hal tersebut bisa terjadi.  Sejak saat itu, Pak Zen dijadikan penasihat bagi para dokter di rumah sakit di Turki itu. Beliau menjadi orang yang sangat di segani.
Setelah itu, berbicara tentang babakan masalah punggung yang dijelaskan di dalam Al-Qur’an.  Dimana terdapat 33 ruas dalam tulang punggung manusia. Jika hal ini kita kaitkan dengan perintah yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW maka dapat dikatakan sangat berkaitan.  Dimana Nabi Muhammad SAW mengajarkan kepada umatnya selain itu untuk menjalankan ibadah sholat, Nabi SAW juga mengarkan umatnya untuk berdzikir yaitu dengan membaca atau mengucap kalimat Subhanallah, Alhamdulillah, dan Allahuakbar sebanyak 33 kali. Membaca tasbih, tahmid dan takbir selama 33 kali itu jika kita pahami dan kita tahu itu sebanyak jumlah 33 ruas tulang punggung manusia. Kata punggung berasal dari bahasa arab yaitu “Dzohrun”. Dzohrun yang artinya punggung atau geger. Di dalam Al-Qur’an surat Al-Insyirah ada kata “Dzohrun” yang artinya punggung yang terdapat pada ayat ke 3 yang artinya “yang memberatkan punggungmu”. Suatu ketika ada sebuah penyakit punggung. Jika ingin “dzohrun” atau diangkat sakit punggungnya yaitu dapat dilakukan dengan cara mengangkat tulang ekor, kepalanya ditarik sehingga membuat tulang punggung tertarik dan membuat tubuh menjadi sembuh. Hal itu pernah dipraktikkan oleh Pak Zen sebelumnya.
Berbicara tentang seorang laki-laki yang banyak melakukan pekerjaan yang seharusnya dilakukan oleh seorang wanita. Sekarang ini banyak sekali seorang laki-laki yang bekerja dibagian dapur sebagai koki atau juru masak, ada juga pengantar makanan laki-laki. Padahal hal tersebut seharusnya dilakukan oleh seorang wanita. Hal ini seharusnya menjadi tugas wanita yaitu memasak di dapur. Namun sudah banyak seorang laki-laki yang bekerja sebagai koki. Jika kita berbicara tentang memasak itu bisa kita kaitkan dengan masalah ilmu. Ilmu yang dipratikkan dalam memasak yaitu yang pertama, ilmu rasa dimana manusia menggunakan lidah untuk dapat merasakan masakan yang dibuatnya. Yang kedua, ilmu yang terlihat artinya dari bumbu rempah-rempah, bahan masakan sampai masakan jadi itu bisa kita lihat dan kita pelajari secara langsung.
Kembali kemasalah pendidikan dan pengajaran. Pengajaran itu sendiri selama ini sudah terjebak dalam pendidikan selama ini. Fenomena pendidikan itu sendiri selalu terjebak dengan omongan pendidikan yang tidak sesuai. Pengajaran merupakan bagian dari pendidikan. Di bawah ini merupakan pejabaran atau arti dari pendidikan :
  1. Pendidikan berasal dari kata ilmu dan laku
  2. Pendidikan adalah tuntunan
  3. Menurut Ki Hajar Dewantara menjelaskan bahwa pendidikan adalah pengayoman
Ada tingkatan yang perlu kita pahami dan kita ketahui : yang pertama, Robbun, yaitu tingkatan pertama, yang memiliki arti mendidik, menjaga, dan mengayomi. Pendidikan dapat dikatakan sebagai pengayoman. Sudah robbun atau sudah diayomi namun tetap saja membantah maka diajarkan tahap yang kedua yaitu Malik yang artinya kepemilikan. Jika pada tahap Malik masih saja dibantah maka diajukan tahap Illahinnas. Namun sebenarnya Malik dan Illahinnas tidak pas. Yang seharusnya pertama dilakukan terlebih dahulu itu adalah Robb atau Robbun.
Penyakit psikis di dalam Al-Qur’an yang pertama adalah ragu-ragu dan ditutup dengan ragu-ragu pula yaitu seperti yang ada di dalam Al-Qur’an dengan di awali QS. Al-Fatihah dan di akhiri dengan An-Nass. Pendidikan adalah pengayoman. Pengajaran merupakan cara memberikan ilmu dan pengetahuan pendidikan dengan adanya tuntunan. Kemudian dilanjutkan dengan pengajarannya.
RPP itu seharusnya rencana pengajaran bukan rencana pembelajaran. Dalam pembuatan RPP juga seharusnya melibatkan siswa. Sebenarnya guru itu sudah memiliki kompetensi semua. Namun masih dibebani dengan membuat RPP, mengurusi tentang raport agar dianggap guru itu memiliki kompetensi. Padahal guru itu sudah memiliki kompetensi sejak dulu.  Di SD Korea Selatan sekolah itu bebas, tidak setegang dan seformal di Indonesia, memakai baju bebas, lebih banyak praktik di luar kelas. Membuat suasana kelas seperti taman bermain agar siswa nyaman dalam mengikuti pembelajaran.    

List link blog teman-teman 7A, silahkan dibaca :

4. 15120040 Nur Tri Atika https://nurtriatika.blogspot.com/2018/11/pendidikan-dan-pengajaran-ki-hajar.html?m=1                                                                
7. Atik Budiarti 15120010 https://atikbudiarti31.blogspot.com/?m=1
8. Febydwiangrainy. 15120029 . https://febydwiangrainy.blogspot.com
9. Mahmudi 15120018 https://mahmdudi018.blogspot.com
10.Abdul Ghofar 15120024 https://ghofar76.blogspot.com/?m=1
12 Devi Endah Prastiwi 15120441 https://deviendahprastiwi.blogspot.com/2018/11/pendidikan-dan-pengajaran.html                          
21. Hadiah hana putri 15120481 http://15120481hana.blogspot.com/?m=1
24. 15120008 Khafidzoh Asfihani asfihani96.wordpress.com/2018/11/02/pendidikan-dan-pengajaran/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pengalaman dan Pembelajaran

Nama   : Meiyani Lutfil Khoiriyah Npm     :15102450 Kelas    : 7A Matkul : Filsafat Pendidikan Dalam kehidupan di dunia kita ...