Kamis, 13 Desember 2018

Pengalaman dan Pembelajaran


Nama   : Meiyani Lutfil Khoiriyah
Npm    :15102450
Kelas   : 7A
Matkul : Filsafat Pendidikan

Dalam kehidupan di dunia kita ketahui bahwa budaya mencium tangan adalah suatu yang patut kita lakukan. Orang yang melakukan tersebut menandakan bahwa seseorang memiliki rasa hormat dan ptuh terhadap orang yang dicium tangan. Mencium tangan biasanya kita lakukan kepada orang yang lebih tua dari kita. Biasanya kita lakukan hal ini dengan orang tua kita sendiri. Saat kita akan bepergian jauh hendaknya kita bersalaman dengan mencium tangan kedua orang tua dan meminta restu pada kedua orang tua. Selain kepada orang tua, kita juga bisa melakukannya dengan orang yang memiliki usia diatas kita, misalnya dengan kakek, nenek, guru, kakak dan lain sebagainya. Ajaran mencium tangan seharusnya kita lakukan dengan benar. Jika kita melihat realita disekitar lingkungan kita banyak orang yang melakukan tradisi mencium tangan dengan cara yang salah. Contohnya, banyak orang dewasa maupun anak kecil yang ketika bersalaman bukan tangannya yang dicium melainkan orang tersebut malah meletakkan tangannya yang dipegang di bagian pipi atau jidat. Hal tersebut merupakan tindakan yang salah, seharusnya bersalaman itu dengan mencium tangan yang kita ajak salaman bukan malah menempelkan tangan yang kita ajak salaman di pipi atau jidat.
Ilmu yang ada di luar negeri berbeda dengan ilmu yang ada di Indonesia.  Di luar negeri pembelajaran dilakukan secara terbuka dan santai namun tetap beretika. Sistem pendidikan yang  dilakukan di luar negeri jauh berbeda dengan yang dijalankan di Indonesia. Di luar negeri pendidikan tidak begitu menegangkan dan tidak sepadat yang dilakukan di Indonesia. Di sana sedikit materi yang disampaikan di dalam kelas namun lebih banyak pembelajaran di luar kelas. Mereka lebih banyak praktiknya dari pada teorinya. Namun mereka tetap memperhatikan etika yang benar sesuai dengan aturan yang ada.  Untuk jam pelajaran juga tidak sepadat seperti pendidikan di Indonesia. Kalau di Indonesia pelajaran dilakukan dari pagi sampai sore. Sedangkan di luar negeri tidak seperti itu. Padahal jika pelajaran kita lakukan dari pagi sore justru akan membuat siswa menjadi jenuh dengan pelajaran sehingga secara otomatis akan mengurangi konsentrasi siswa. Hal ini sebenarnya tidak baik untuk perkembangan siswa. Siswa justru akan merasa pendidikan menjadi beban yang membosankan bukan malah suatu kewajiban yang harus kita lakukan. Konsep seperti itu dirasakan pada siswa karena siswa merasa jenuh dan capek karena kegiatan di sekolah dari pagi sampai sore. Bagi siswa yang memiliki pendirian baik dan aktif mungkin tidak dipermasalahkan. Namun bagi siswa yang biasa-biasa saja mereka akan menjadikan sekolah menjadi karena satu hari berada di sekolah sehingga kurang adanya istirahat.
Dari pendidikan sekolah dasar hingga kuliah sistem pembelajaran yang dilakukan tetap sama yaitu dilakukan di dalam kelas. Sebenarnya saat kita duduk dibangku kuliah kita jangan hanya melakukan pembelajaran di dalam kelas saja karena tidak akan ada pengalaman yang baru bagi seorang mahasiswa. Seharusnya saat kuliah mahasiswa juga harus sering mencari pengalaman sebanyak-banyaknya di luar sana. Dapat kita istilahkan dengan keluyuran yang jauh agar mendapatkan pengalaman yang banyak yang dapat menambah pengalaman dan wawasan mahasiswa. Dengan mencari banyak pengalaman di luar akan membuat mahasiswa menjadi lebih dewasa dan membuat mahasiswa menjadi berwawasan luas serta lebih bijak dalam menghadapi suatu permasalahan karena mereka belajar dari realita kehidupan yang sudah mereka lakukan selama keluyuran.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pengalaman dan Pembelajaran

Nama   : Meiyani Lutfil Khoiriyah Npm     :15102450 Kelas    : 7A Matkul : Filsafat Pendidikan Dalam kehidupan di dunia kita ...