Kamis, 18 Oktober 2018

Mengenali Diri atau Mengolah Diri Sendiri

Nama   : Meiyani Lutfil Khoiriyah
Npm    : 15120450
Kelas   : 7A
Matkul : Filsafat Pendidikan  

Mengenali Diri atau Mengolah Diri Sendiri
Berbicara tentang mengenali diri atau mengolah diri sendiri bahwa sejatinya manusia itu bisa mengatur tapi  belum bisa teratur atau bahkan tidak dapat diatur. Contohnya ada seseorang yang suka begadang dimalam hari atau tidak tidur di malam hari, porsi makan juga banyak, namun setelah subuh orang tersebut malah tidur. Hal ini membuat hidup seseorang menjadi tidak beraturan. Yang seharusnya makan 3 kali sehari, tidur di malam hari, namun karena orang tersebut sudah terlalu banyak makan pada malam harinya dan tidak tidur di malam harinya membuat hidup seseorang menjadi tidak teratur. Padahal yang mampu mengolah diri adalah diri sendiri. Orang yang tidak dapat mengatur diri sendiri dengan baik akan merugikan bagi dirinya bagi dilihat dari segi kesehatan, fisik , moral, mental dan lainnya. Untuk itu, seorang manusia yang baik harus mampu mengolah diri sendiri dengan baik jangan sampai berbuat tindakan yang dapat merugikan diri sendiri karena tidak mampu mengolah diri sediri. Contoh lain, ada kalimat di larang merokok, merokok dapat membunuhmu,  namun masih banyak orang yang merokok. Akan tetapi kita juga tidak boleh menjelek-jelekan atau menyalahkan orang lain yang merokok. Karena juga memiliki hak untuk menentukan hidup meraka sendiri. Untuk itu, mengolah diri sendiri atau mengatur diri sendiri sangat diperlukan oleh manusia agar hidup seseorang menjadi teratur dan berjalan ke arah yang positif. Jangan sampai karena tidak mampu megolah diri justru menghantarkan seseorang ke arah yang negatif atau menyimpang.
Bercerita tentang iblis yang memiliki arti putus asa. Iblis berasal dari malaikat tertua yang bernama Azazil. Ia merupakan malaikat yang paling taat dan patuh kepada Tuhan. Namun ketika Tuhan menciptakan Nabi Adam dan Tuhan menyuruh semua malaikat untuk bersujud menyembah Nabi Adam semua malaikat bersujud kepada Nabi Adam kecuali Azazil. Azazil tidak mau menyembah Nabi Adam dengan alasan bahwa Nabi Adam hanya diciptakan dari tanah sedangkan Azazil diciptakan dari api , sehingga kedudukannya lebih tinggi dari pada Nabi Adam. Sejak saat itu, Azazil dikatakan sebagai iblis karena tidak mau mengikuti perintah Tuhan dengan bersujud kepada Nabi Adam. Sejak saat itu pula Azazil dikeluarkan dari surga dan dikutuk menjadi iblis selamanya.
Berbicara kata "Mules". Didalam bahasa indonesia tentang hal-hal yang berhubungan dengan perut yang sedang sakit hanya mengatakan sampai dengan kata sakit perut dan kembung. Didalam bahasa  jawa banyak sekali yang mengartikan kata sakit perut, misalnya kata mules, kembung, begah, suduken sedangkan didalam bahasa inggris hanya sedikit sekali kalimat yang mengartikan kata sakit perut. Setiap sesuatu yang menyakitkan adalah penyakit namun mules itu sendiri memang awalnya sakit yang disebabkan oleh beberapa alasan misalnya disebabkan oleh makanan. Namun setelah dikeluarkan  dengan buang air besar maka rasa sakitnya akan hilang seketika. Biasanya mules bisa disebabkan oleh makanan yang pedas, asam dan lain sebagainya. Namun  bumbu pada makanan yang diolah secara alami sudah menjadi obat bagi tubuh manusia itu sendiri. Berbeda dengan bumbu yang dibuat secara instan yang sudah dicampur dengan bahan pengawet yang dapat membahayakan bagi tubuh manusia jika di konsumsi secara terus menerus. Jika kita cermati bumbu rempah-rempah yang digunakan untuk memasak dapat memberikan dampak baik untuk kesehatan manusia. Hal ini bisa dikaitkan dengan perbedaan pengetahuan dengan ilmu. Pengetahuan merupakan sesuatu yang hanya kita tahu dan hanya kita mengerti. Sedangkan ilmu itu sendiri merupakan sesuatu yang sudah tahu sepenuhnya atau sudah menep atau bisa dikatakan sudah mendarah daging pada diri seseorang.
Mengolah diri terkait dengan pendidikan karakter. Pendidikan karakter dapat dikatakan sebagai formalitas. Menurut Ki Hajar Dewantara, wujud kesadaran diri sebagai manusia yang benar-benar manusia. Alasannya karena manusia sebagai Titah Tuhan atau manusia itu sebagai manifestasi Tuhan. Tajali yang berasal dari Asma-Asma Tuhan yang perlu diketahui oleh manusia. Suatu ketika ada sebuah cerita tentang sekelompok santri yang diberi tugas untuk membaca kitab tentang mengapa ketika seseorang berdzikir kepalanya sambil bergeleng-geleng? dari sekian buku yang dibacanya, mereka belum juga menemukan jawabannya. Setelah beberapa waktu berlalu Pak Kyai mendatangi sekelompok santri itu dan meminta kopi kepada santri.  Pak Kyai duduk didepan mereka dan meminum kopinya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya sambil mengatakan “enak e (nikmatnya)”. Seketika itu juga sekelompok santri itu menemukan jawabannya. Bahwa menggeleng-gelengkan kepala saat berdzikir itu karena saking nikmatnya mereka berdzikir hingga menggeleng-gelengkan kepalanya. Hal itu tidak akan ada jika dicari di dalam kitab.
Mengapa seseorang di panggil dengan sebutan Kyai, Syekh, Teungku, Habib, Ustadz dan pangilan lainnya?
Hal itu dikarenakan mereka dipanggil berdasarkan tingkatan strata ilmu. Pada zaman dahulu orang tua dipanggil dengan sebutan "Syekh" karena usianya yang sudah tua dan perlu dihormati oleh orang yang lebih muda. Ada juga anak kecil yang sudah dipanggil "Syekh" karena sudah mampu rekaman Al-Qur’an dimana-mana dan memiliki ilmu agama yang cukup tinggi dibandingkan dengan yang lainnya. Orang-orang yang diunggulkan bisa disebut dengan "Kyai" karena mereka yang memiliki ilmu yang tinggi dibandingkan dengan orang-orang disekitarnya. Itu semua merupakan sebutan secara sosial di mata masyarakat. Jadi hal itu tidak ada hubungannya dengan Titah. "Gusti Allah iku Dzat". Jadi tidak dapat dibayangkan. Jika dibayangkan akan semakin keliru. Tuhan itu merupakan sebuah ruang yang kosong yang perlu diketahui sehingga Tuhan menciptakan Titah manusia, alam, lautan dan semua ciptaan-Nya dengan mengenalkan Nama-Nama Tuhan untuk diketahui oleh manusia. Ilmu manusia menjadi realitas, menjadi poros semesta, sebagai pusat tata surya dalam kehidupan alam semesta.


1. Ismaul Amalia (15120007)
https://ismaulamalia16.blogspot.com/2018/10/filsafat-161018.html
2.Devi Endah Prastiwi 15120441
https://deviendahprastiwi.blogspot.com/2018/10/mengatur-diri-sendiri.html
3. Nur tri atika (15120040)
https://nurtriatika.blogspot.com/2018/10/mengatur-dirinya-sendiri.html?m=1
4. Meiyani Lutfil Khoiriyah 15120450 https://meiyanilutfilk.blogspot.com/2018/10/mengenali-diri-atau-mengolah-diri.html
5. Martiya Zulfa Risty (15120039)
https://martiyazulfaristy.blogspot.com/2018/10/filsafat-pendidikan.html?m=1
6. Anisa Rona Soraya 15120447 http://anisaronasoraya3.blogspot.com/2018/10/nama-anisa-rona-soraya-npm-15120447.html?m=1
7. Dewi Krisdiyanti
https://dewipendidkan.blogspot.com/2018/10/mengatur-diri-sendiri-pada-bab-minggu.html
8. Nailul Fauzziyah (15120405) https://nailulfauzziyah7.blogspot.com/2018/10/manusia-pribadi-yang-dapat-mengatur.html
9. Dyah Saraswati (15120364) http://dyah15.blogspot.com/?m=1
10. Atik Budiarti 15120010 https://atikbudiarti31.blogspot.com/?m=1
11. Ibnu Mas'ud (15120218)
https://ibnumasud97.blogspot.com/2018/10/pendidikan-karakter.htmlhtml
12.Fadila Nurfi A (15120322)
https://falidafurni.blogspot.com/2018/10/pengelolaan-diri_17.html?m=1
13. Khafidzoh Asfihani 15120008
https://asfihani96.wordpress.com/2018/10/19/mengatur-diri-sendiri/
14. Susilo bayu. https://susilobayumustofa.blogspot.com/2018/10/mengenali-diri-sejatinya-manusia-bisa.html?m=1
15. Sukma Rudi Nugroho https://filsafatpendidikansukmarudi.blogspot.com/2018/10/nama-sukma-rudi-nugroho-kelas-7a-npm.html
16. Intan Nur Fatikha Mulya. https://filsafatpendidikanintan.blogspot.com/2018/10/mengelola-diri-sendiri.html
17.febydwiangrainy. https://febydwiangrainy.blogspot.com/2018/10/filsafat-pendidikan_18.html?m=1
18. Hadiah hana putri 15120471 http://15120481hana.blogspot.com/?m=1
19. Riskha Khoirul Ulya 15120219 https://riskaaakhoirululya.wordpress.com/2018/10/19/mengatur-diri-sendiri/               20. Dhimas Oeka Aji W 15120013 https://dhimaswicaksana12jr.blogspot.com/2018/10/diri-sendiri.html
21. Neneng Zuliasih 15120016 http://flsftpnddknnasional.blogspot.com/2018/10/diri-sendiri.html
 22. https://nurohdifallah15120497.blogspot.com/2018/10/pembelajaran-mata-kuliah-filsafat.html
23. https://leemount.blogspot.com/2018/10/aku-dan-keakuanku.html?m=1
24. Ahmad Haris Hidayat 15120334 https://filsafatpendidikan15120334.blogspot.com/2018/10/mengenal-diri.html
25. Eko nur fatoni/15120020. http://fatoniekonur.blogspot.com/2018/10/mengenal-diri.html?m=1#more

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pengalaman dan Pembelajaran

Nama   : Meiyani Lutfil Khoiriyah Npm     :15102450 Kelas    : 7A Matkul : Filsafat Pendidikan Dalam kehidupan di dunia kita ...