Nama : Meiyani Lutfil Khoiriyah
Npm : 15120450
Kelas : 7A
Matkul : Filsafat Pendidikan
Mengenali Diri atau Mengolah
Diri Sendiri
Berbicara
tentang mengenali diri atau mengolah diri sendiri bahwa sejatinya manusia itu
bisa mengatur tapi belum
bisa teratur atau bahkan tidak dapat diatur. Contohnya ada seseorang yang suka
begadang dimalam hari atau tidak tidur di malam hari, porsi makan juga banyak,
namun setelah subuh orang tersebut malah tidur. Hal ini membuat hidup seseorang
menjadi tidak beraturan. Yang seharusnya makan 3 kali sehari, tidur di malam
hari, namun karena orang tersebut sudah terlalu banyak makan pada malam harinya
dan tidak tidur di malam harinya membuat hidup seseorang menjadi tidak teratur.
Padahal yang mampu mengolah diri adalah diri sendiri. Orang yang tidak dapat
mengatur diri sendiri dengan baik akan merugikan bagi dirinya bagi dilihat dari
segi kesehatan, fisik , moral, mental dan lainnya. Untuk itu, seorang manusia
yang baik harus mampu mengolah diri sendiri dengan baik jangan sampai berbuat
tindakan yang dapat merugikan diri sendiri karena tidak mampu mengolah diri
sediri. Contoh lain, ada kalimat di larang merokok, merokok dapat membunuhmu, namun masih banyak orang yang merokok.
Akan tetapi kita juga tidak boleh menjelek-jelekan atau menyalahkan orang lain
yang merokok. Karena juga memiliki hak untuk menentukan hidup meraka sendiri.
Untuk itu, mengolah diri sendiri atau mengatur diri sendiri sangat diperlukan oleh
manusia agar hidup seseorang menjadi teratur dan berjalan ke arah yang positif.
Jangan sampai karena tidak mampu megolah diri justru menghantarkan seseorang ke
arah yang negatif atau menyimpang.
Bercerita
tentang iblis yang memiliki arti putus asa. Iblis berasal dari malaikat tertua
yang bernama Azazil. Ia merupakan malaikat yang paling taat dan patuh kepada
Tuhan. Namun ketika Tuhan menciptakan Nabi Adam dan Tuhan menyuruh semua
malaikat untuk bersujud menyembah Nabi Adam semua malaikat bersujud kepada Nabi
Adam kecuali Azazil. Azazil tidak mau menyembah Nabi Adam dengan alasan bahwa
Nabi Adam hanya diciptakan dari tanah sedangkan Azazil diciptakan dari api ,
sehingga kedudukannya lebih tinggi dari pada Nabi Adam. Sejak saat itu, Azazil
dikatakan sebagai iblis karena tidak mau mengikuti perintah Tuhan dengan
bersujud kepada Nabi Adam. Sejak saat itu pula Azazil dikeluarkan dari surga
dan dikutuk menjadi iblis selamanya.
Berbicara
kata "Mules". Didalam bahasa indonesia tentang hal-hal yang
berhubungan dengan perut yang sedang sakit hanya mengatakan sampai dengan kata
sakit perut dan kembung. Didalam bahasa jawa
banyak sekali yang mengartikan kata sakit perut, misalnya kata mules, kembung,
begah, suduken sedangkan didalam bahasa inggris hanya sedikit sekali kalimat
yang mengartikan kata sakit perut. Setiap sesuatu yang menyakitkan adalah
penyakit namun mules itu sendiri memang awalnya sakit yang disebabkan oleh
beberapa alasan misalnya disebabkan oleh makanan. Namun setelah
dikeluarkan dengan buang air besar maka rasa sakitnya akan hilang
seketika. Biasanya mules bisa disebabkan oleh makanan yang pedas, asam dan lain
sebagainya. Namun bumbu
pada makanan yang diolah secara alami sudah menjadi obat bagi tubuh manusia itu
sendiri. Berbeda dengan bumbu yang dibuat secara instan yang sudah dicampur
dengan bahan pengawet yang dapat membahayakan bagi tubuh manusia jika di konsumsi
secara terus menerus. Jika kita cermati bumbu rempah-rempah yang digunakan
untuk memasak dapat memberikan dampak baik untuk kesehatan manusia. Hal ini
bisa dikaitkan dengan perbedaan pengetahuan dengan ilmu. Pengetahuan merupakan
sesuatu yang hanya kita tahu dan hanya kita mengerti. Sedangkan ilmu itu
sendiri merupakan sesuatu yang sudah tahu sepenuhnya atau sudah menep atau bisa
dikatakan sudah mendarah daging pada diri seseorang.
Mengolah
diri terkait dengan pendidikan karakter. Pendidikan karakter dapat dikatakan
sebagai formalitas. Menurut Ki Hajar Dewantara, wujud kesadaran diri sebagai
manusia yang benar-benar manusia. Alasannya karena manusia sebagai Titah Tuhan
atau manusia itu sebagai manifestasi Tuhan. Tajali yang berasal dari Asma-Asma Tuhan
yang perlu diketahui oleh manusia. Suatu ketika ada sebuah cerita tentang
sekelompok santri yang diberi tugas untuk membaca kitab tentang mengapa ketika
seseorang berdzikir kepalanya sambil bergeleng-geleng? dari sekian buku yang
dibacanya, mereka belum juga menemukan jawabannya. Setelah beberapa waktu
berlalu Pak Kyai mendatangi sekelompok santri itu dan meminta kopi kepada
santri. Pak Kyai duduk
didepan mereka dan meminum kopinya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya sambil
mengatakan “enak e (nikmatnya)”. Seketika itu juga sekelompok santri itu
menemukan jawabannya. Bahwa menggeleng-gelengkan kepala saat berdzikir itu
karena saking nikmatnya mereka berdzikir hingga menggeleng-gelengkan kepalanya.
Hal itu tidak akan ada jika dicari di dalam kitab.
Mengapa seseorang di panggil
dengan sebutan Kyai, Syekh, Teungku, Habib, Ustadz dan pangilan lainnya?
Hal itu dikarenakan mereka
dipanggil berdasarkan tingkatan strata ilmu. Pada zaman dahulu orang tua
dipanggil dengan sebutan "Syekh" karena usianya yang sudah tua dan
perlu dihormati oleh orang yang lebih muda. Ada juga anak kecil yang sudah
dipanggil "Syekh" karena sudah mampu rekaman Al-Qur’an dimana-mana
dan memiliki ilmu agama yang cukup tinggi dibandingkan dengan yang lainnya.
Orang-orang yang diunggulkan bisa disebut dengan "Kyai" karena mereka
yang memiliki ilmu yang tinggi dibandingkan dengan orang-orang disekitarnya.
Itu semua merupakan sebutan secara sosial di mata masyarakat. Jadi hal itu
tidak ada hubungannya dengan Titah. "Gusti Allah iku Dzat". Jadi
tidak dapat dibayangkan. Jika dibayangkan akan semakin keliru. Tuhan itu
merupakan sebuah ruang yang kosong yang perlu diketahui sehingga Tuhan
menciptakan Titah manusia, alam, lautan dan semua ciptaan-Nya dengan
mengenalkan Nama-Nama Tuhan untuk diketahui oleh manusia. Ilmu manusia menjadi
realitas, menjadi poros semesta, sebagai pusat tata surya dalam kehidupan alam
semesta.
https://ismaulamalia16.blogspot.com/2018/10/filsafat-161018.html
2.Devi Endah Prastiwi 15120441
https://deviendahprastiwi.blogspot.com/2018/10/mengatur-diri-sendiri.html
3. Nur tri atika (15120040)
https://nurtriatika.blogspot.com/2018/10/mengatur-dirinya-sendiri.html?m=1
4. Meiyani Lutfil Khoiriyah 15120450 https://meiyanilutfilk.blogspot.com/2018/10/mengenali-diri-atau-mengolah-diri.html
5. Martiya Zulfa Risty (15120039)
https://martiyazulfaristy.blogspot.com/2018/10/filsafat-pendidikan.html?m=1
6. Anisa Rona Soraya 15120447 http://anisaronasoraya3.blogspot.com/2018/10/nama-anisa-rona-soraya-npm-15120447.html?m=1
7. Dewi Krisdiyanti
https://dewipendidkan.blogspot.com/2018/10/mengatur-diri-sendiri-pada-bab-minggu.html
8. Nailul Fauzziyah (15120405) https://nailulfauzziyah7.blogspot.com/2018/10/manusia-pribadi-yang-dapat-mengatur.html
9. Dyah Saraswati (15120364) http://dyah15.blogspot.com/?m=1
10. Atik Budiarti 15120010 https://atikbudiarti31.blogspot.com/?m=1
11. Ibnu Mas'ud (15120218)
https://ibnumasud97.blogspot.com/2018/10/pendidikan-karakter.htmlhtml
12.Fadila Nurfi A (15120322)
https://falidafurni.blogspot.com/2018/10/pengelolaan-diri_17.html?m=1
13. Khafidzoh Asfihani 15120008
https://asfihani96.wordpress.com/2018/10/19/mengatur-diri-sendiri/
14. Susilo bayu. https://susilobayumustofa.blogspot.com/2018/10/mengenali-diri-sejatinya-manusia-bisa.html?m=1
15. Sukma Rudi Nugroho https://filsafatpendidikansukmarudi.blogspot.com/2018/10/nama-sukma-rudi-nugroho-kelas-7a-npm.html
16. Intan Nur Fatikha Mulya. https://filsafatpendidikanintan.blogspot.com/2018/10/mengelola-diri-sendiri.html
17.febydwiangrainy. https://febydwiangrainy.blogspot.com/2018/10/filsafat-pendidikan_18.html?m=1
18. Hadiah hana putri 15120471 http://15120481hana.blogspot.com/?m=1
19. Riskha Khoirul Ulya 15120219 https://riskaaakhoirululya.wordpress.com/2018/10/19/mengatur-diri-sendiri/ 20. Dhimas Oeka Aji W 15120013 https://dhimaswicaksana12jr.blogspot.com/2018/10/diri-sendiri.html
21. Neneng Zuliasih 15120016 http://flsftpnddknnasional.blogspot.com/2018/10/diri-sendiri.html
22. https://nurohdifallah15120497.blogspot.com/2018/10/pembelajaran-mata-kuliah-filsafat.html
23. https://leemount.blogspot.com/2018/10/aku-dan-keakuanku.html?m=1
24. Ahmad Haris Hidayat 15120334 https://filsafatpendidikan15120334.blogspot.com/2018/10/mengenal-diri.html
25. Eko nur fatoni/15120020. http://fatoniekonur.blogspot.com/2018/10/mengenal-diri.html?m=1#more